Tiket Bonte Museum
4.33(3 Ulasan)
Dilihat oleh 2.8k wisatawan
Ketersediaan
Peserta Minimum
Dikonfirmasi
Tiket
Titik Kumpul
- Bonte Museum di Seogwipo
Termasuk
- Tiket masuk Bonte Museum
Lihat Ulasan Foto
Tiket Bonte Museum Options
Tiket Bonte Museum
Promotion
▶ Jadikan Perjalanan Jeju Anda Lebih Fleksibel
Harap dicatat bahwa transportasi ke dan dari lokasi ini tidak termasuk.
Jika Anda ingin menjelajahi Pulau Jeju dengan bebas dan nyaman, pertimbangkan opsi berikut:
Jika Anda ingin menjelajahi Pulau Jeju dengan bebas dan nyaman, pertimbangkan opsi berikut:
Sekilas
Kunjungi Bonte Museum dan saksikan harmoni antara seni tradisional dan modern.
Bonte Museum adalah museum yang wajib dikunjungi di Pulau Jeju bagi Anda pecinta seni. Kata "bonte" secara harfiah berarti "bentuk asli", dan museum ini memamerkan karya seni dari masa lalu dan kini sebagai upaya untuk menunjukkan keindahan asli dan karya seni manusia. Mari saksikan kerajinan tangan tradisional yang indah dan bagaimana seni dari masa lalu memengaruhi karya kontemporer.
Kenapa museum ini?




▲ Bonte Museum
Bonte Museum di Pulau Jeju adalah contoh menakjubkan dari arsitektur Brutalis yang dirancang oleh Tadao Ando. Dengan dinding beton mentah, garis geometris, dan permainan cahaya serta bayangan, ruang itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman. Di dalamnya, museum menjembatani tradisi dan modernitas melalui perpaduan seni kontemporer, kerajinan Korea, dan benda warisan yang penuh makna.
[Pameran 1: Seni & Kerajinan Tradisional]

▲ Nampan Pernis dengan Motif Anggur Mutiara
Nampan kayu bulat ini memiliki inlay mutiara yang rumit di permukaan bagian dalamnya, menggambarkan motif anggur yang melambangkan kelimpahan dan kesuburan. Dilapisi pernis bening yang menonjolkan serat kayu alami, nampan ini menonjol dengan struktur tiga kakinya yang unik — desain yang dikenal sebagai hojok-hyeong karena kaki yang melengkung ke luar menyerupai kaki harimau.

▲ Layar Lipat Sepuluh Panel (Su Buja Sipjangsaengdo)
Layar sepuluh panel ini menampilkan dua pohon pinus di tengah yang berbentuk seperti ayah dan anak, dikelilingi oleh simbol-simbol tradisional umur panjang — matahari, awan, kura-kura, rusa, dan bambu. Berakar pada nilai-nilai Konfusian tentang bakti orang tua dan kesetiaan, karya ini mencerminkan rasa hormat terhadap ayah sendiri dan raja sebagai figur ayah bangsa. Sementara karya Sipjangsaengdo awal mengikuti format yang ketat, contoh akhir era Joseon ini menunjukkan komposisi yang lebih bebas dan ekspresif, yang dulunya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan atau kelas atas.
[Pameran 2: Seni Kontemporer]

▲ I Never Read Wittgenstein karya Nam June Paik (1998)
Nam June Paik dengan cerdik menggugah logika Barat melalui citra TV yang kacau dan non-naratif yang dibingkai di sekitar layar pola uji. Mengacu pada keyakinan Wittgenstein bahwa etika dan estetika berada di luar definisi, Paik mengkritik filosofi yang kaku dengan humor dan ironi. Sebagai seniman Korea, dia menegaskan perspektif alternatif, mendesak perubahan dalam cara kita berpikir dan memahami makna.

▲ 1,000 Kisses karya David Gerstein (2007)
David Gerstein memadukan lukisan dan patung dalam karya berlapis yang penuh warna, gerak, dan ritme. 1000 Kisses menampilkan sekumpulan bibir melengkung yang lucu dalam warna-warna primer yang berani, menyampaikan pesan yang cerah dan mengangkat semangat. Menggunakan logam atau kayu yang dipotong laser, dan dicat tangan untuk menambah kedalaman, karya-karyanya mengaburkan batas antara ilustrasi, seni rupa, dan benda.
[Pameran 3: Yayoi Kusama]

▲ Pumpkin karya Yayoi Kusama (2013)
Ditutupi dengan pola bintik khasnya, Pumpkin adalah salah satu karya paling ikonik Yayoi Kusama, yang dapat ditemukan di ruang budaya utama di seluruh dunia. Bentuk labu yang hangat dan humoris ini menawarkan kenyamanan bagi seniman selama masa kecil yang penuh gejolak, menjadi simbol kestabilan dan kasih sayang yang abadi dalam seninya.

▲ Infinity Mirrored Room: Gleaming Lights of Souls karya Yayoi Kusama (2008)
Instalasi imersif ini mencerminkan penggunaan pengulangan dan cahaya khas Yayoi Kusama untuk mengekspresikan visi halusinasinya. Tak terhitung titik cermin meluas tanpa akhir, melambangkan pertumbuhan tak terbatas dan penghapusan diri. Penonton ditarik ke dalam keadaan seperti trance, sejenak kehilangan rasa diri mereka dalam ruang tanpa batas.
[Pameran 4: Upacara Pemakaman Tradisional]

▲ Keranda Pemakaman Tradisional (Sangyeo)
Digunakan untuk membawa almarhum selama prosesi pemakaman, sangyeo mencerminkan kepercayaan tradisional Korea tentang kematian dan kehidupan setelah mati. Sering dihiasi dengan ornamen simbolis untuk mengekspresikan keinginan yang belum tercapai dan doa untuk kedamaian di kehidupan berikutnya, desainnya bervariasi berdasarkan wilayah, status, dan kekayaan. Dibuat berdasarkan rumah terbaik pada masa itu, ini melambangkan gestur cinta terakhir — mengirim orang yang pergi dengan kehormatan dan kenyamanan.

▲ Figurin Pemakaman (Kkokdu)
Kkokdu adalah patung kayu yang ditempatkan di keranda pemakaman untuk menghibur dan membimbing almarhum dalam perjalanan mereka ke kehidupan setelah mati. Sering berbentuk sebagai pelayan anak-anak, cendekiawan, penari, atau makhluk abadi, mereka melayani tujuan ritual dan dekoratif. Melalui gerakan yang ceria dan peran simbolis, kkokdu mencerminkan keinginan untuk meredakan ketakutan dan kesedihan, mengekspresikan harapan untuk perjalanan yang damai daripada hanya berkabung.
Bonte Museum adalah museum yang wajib dikunjungi di Pulau Jeju bagi Anda pecinta seni. Kata "bonte" secara harfiah berarti "bentuk asli", dan museum ini memamerkan karya seni dari masa lalu dan kini sebagai upaya untuk menunjukkan keindahan asli dan karya seni manusia. Mari saksikan kerajinan tangan tradisional yang indah dan bagaimana seni dari masa lalu memengaruhi karya kontemporer.
Kenapa museum ini?
- Museum yang dirancang oleh pemenang Pritzker Architecture Prize, Tadao Ando
- Karya seni klasik dan modern dari seniman lokal maupun internasional
- Masuk ke "Infinity Mirrored Room" yang dirancang oleh seniman Jepang terkenal Yayoi Kusama
- Total 4 ruang pameran, 1 ruang pameran khusus, dan taman luar ruangan, yang masing-masing memamerkan jenis karya seni yang berbeda
| Bonte Museum | |
| Ketersediaan | Setiap hari |
| Jam operasional | 10:00~18:00 *Masuk terakhir: 1 jam sebelum tutup |
| Lokasi pertemuan | Bonte Museum di Seogwipo (peta) |




▲ Bonte Museum
Bonte Museum di Pulau Jeju adalah contoh menakjubkan dari arsitektur Brutalis yang dirancang oleh Tadao Ando. Dengan dinding beton mentah, garis geometris, dan permainan cahaya serta bayangan, ruang itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman. Di dalamnya, museum menjembatani tradisi dan modernitas melalui perpaduan seni kontemporer, kerajinan Korea, dan benda warisan yang penuh makna.
[Pameran 1: Seni & Kerajinan Tradisional]

▲ Nampan Pernis dengan Motif Anggur Mutiara
Nampan kayu bulat ini memiliki inlay mutiara yang rumit di permukaan bagian dalamnya, menggambarkan motif anggur yang melambangkan kelimpahan dan kesuburan. Dilapisi pernis bening yang menonjolkan serat kayu alami, nampan ini menonjol dengan struktur tiga kakinya yang unik — desain yang dikenal sebagai hojok-hyeong karena kaki yang melengkung ke luar menyerupai kaki harimau.

▲ Layar Lipat Sepuluh Panel (Su Buja Sipjangsaengdo)
Layar sepuluh panel ini menampilkan dua pohon pinus di tengah yang berbentuk seperti ayah dan anak, dikelilingi oleh simbol-simbol tradisional umur panjang — matahari, awan, kura-kura, rusa, dan bambu. Berakar pada nilai-nilai Konfusian tentang bakti orang tua dan kesetiaan, karya ini mencerminkan rasa hormat terhadap ayah sendiri dan raja sebagai figur ayah bangsa. Sementara karya Sipjangsaengdo awal mengikuti format yang ketat, contoh akhir era Joseon ini menunjukkan komposisi yang lebih bebas dan ekspresif, yang dulunya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan atau kelas atas.
[Pameran 2: Seni Kontemporer]

▲ I Never Read Wittgenstein karya Nam June Paik (1998)
Nam June Paik dengan cerdik menggugah logika Barat melalui citra TV yang kacau dan non-naratif yang dibingkai di sekitar layar pola uji. Mengacu pada keyakinan Wittgenstein bahwa etika dan estetika berada di luar definisi, Paik mengkritik filosofi yang kaku dengan humor dan ironi. Sebagai seniman Korea, dia menegaskan perspektif alternatif, mendesak perubahan dalam cara kita berpikir dan memahami makna.

▲ 1,000 Kisses karya David Gerstein (2007)
David Gerstein memadukan lukisan dan patung dalam karya berlapis yang penuh warna, gerak, dan ritme. 1000 Kisses menampilkan sekumpulan bibir melengkung yang lucu dalam warna-warna primer yang berani, menyampaikan pesan yang cerah dan mengangkat semangat. Menggunakan logam atau kayu yang dipotong laser, dan dicat tangan untuk menambah kedalaman, karya-karyanya mengaburkan batas antara ilustrasi, seni rupa, dan benda.
[Pameran 3: Yayoi Kusama]

▲ Pumpkin karya Yayoi Kusama (2013)
Ditutupi dengan pola bintik khasnya, Pumpkin adalah salah satu karya paling ikonik Yayoi Kusama, yang dapat ditemukan di ruang budaya utama di seluruh dunia. Bentuk labu yang hangat dan humoris ini menawarkan kenyamanan bagi seniman selama masa kecil yang penuh gejolak, menjadi simbol kestabilan dan kasih sayang yang abadi dalam seninya.

▲ Infinity Mirrored Room: Gleaming Lights of Souls karya Yayoi Kusama (2008)
Instalasi imersif ini mencerminkan penggunaan pengulangan dan cahaya khas Yayoi Kusama untuk mengekspresikan visi halusinasinya. Tak terhitung titik cermin meluas tanpa akhir, melambangkan pertumbuhan tak terbatas dan penghapusan diri. Penonton ditarik ke dalam keadaan seperti trance, sejenak kehilangan rasa diri mereka dalam ruang tanpa batas.
[Pameran 4: Upacara Pemakaman Tradisional]

▲ Keranda Pemakaman Tradisional (Sangyeo)
Digunakan untuk membawa almarhum selama prosesi pemakaman, sangyeo mencerminkan kepercayaan tradisional Korea tentang kematian dan kehidupan setelah mati. Sering dihiasi dengan ornamen simbolis untuk mengekspresikan keinginan yang belum tercapai dan doa untuk kedamaian di kehidupan berikutnya, desainnya bervariasi berdasarkan wilayah, status, dan kekayaan. Dibuat berdasarkan rumah terbaik pada masa itu, ini melambangkan gestur cinta terakhir — mengirim orang yang pergi dengan kehormatan dan kenyamanan.

▲ Figurin Pemakaman (Kkokdu)
Kkokdu adalah patung kayu yang ditempatkan di keranda pemakaman untuk menghibur dan membimbing almarhum dalam perjalanan mereka ke kehidupan setelah mati. Sering berbentuk sebagai pelayan anak-anak, cendekiawan, penari, atau makhluk abadi, mereka melayani tujuan ritual dan dekoratif. Melalui gerakan yang ceria dan peran simbolis, kkokdu mencerminkan keinginan untuk meredakan ketakutan dan kesedihan, mengekspresikan harapan untuk perjalanan yang damai daripada hanya berkabung.
Harga
| Option | Price |
|---|---|
| Tiket Bonte Museum | Dewasa Remaja (8~18 thn) Anak-anak (3~7 thn) |
- Anak di bawah 36 bulan gratis.

[Galeri 1]
Galeri 1 terutama memamerkan kerajinan tangan tradisional dan furnitur kayu. Anda akan dapat melihat mainan dan dekorasi kayu yang berwarna-warni yang digunakan di masa lalu. Galeri ini juga menampilkan "bojagi" atau kain pembungkus warna-warni dan pakaian tradisional Korea. Kagumi permadani yang indah dari pola dan warna yang unik.
[Galeri 2]
Galeri 2 menunjukkan perpaduan karya seni tradisional dan kontemporer. Ada beberapa patung dan karya seni dari seniman Korea untuk Anda lihat. Galeri 2 juga menampung ruang meditasi arsitektur museum, Tadao Ando, dan sketsa desain aslinya. Mari rasakan bagaimana Ando terinspirasi saat merancang mahakaryanya.
[Galeri 3]
Galeri 3 sepenuhnya didedikasikan untuk seniman Jepang terkenal, Yayoi Kusama. Terkenal dengan obsesinya pada titik-titik, galeri ini memamerkan "The Pumpkin" dan "Infinity Mirrored Room". Di "Infinity Mirrored Room", masuk ke ruang cermin gelap yang penuh dengan lampu titik-titik dan hilangkan diri Anda di galaksi cahaya. Bohlam lampu seperti bintang benar-benar pemandangan yang misterius dan indah untuk dialami.
[Galeri 4]
Galeri 4 memiliki tema upacara pemakaman tradisional, dan pamerannya disebut "Carriage to Heaven". Tampilan utama galeri ini adalah "sangyeo" atau keranda, yaitu platform kayu tradisional yang digunakan untuk membawa peti mati. Keranda besar seperti perahu ini dihiasi dengan boneka kayu berwarna-warni dan dekorasi. Di sekelilingnya Anda akan dapat melihat ornamen kayu yang menjelaskan upacara pemakaman tradisional.
[Galeri 5]
Galeri 5 adalah ruang pameran khusus.
[Sculpture Garden]
Di luar di taman terbuka, ada beberapa patung dari seniman terkenal. Anda akan dapat melihat karya seni berwarna-warni oleh David Gerstein saat ia menggambarkan tema kebahagiaan dan kegembiraan kehidupan kontemporer. Patung khas Jaume Plensa berupa manusia yang berjongkok dan instalasi Rotraut Klein-Moquay berupa gipsi yang menari juga dapat dilihat di taman.
[Jam operasional]
Setiap hari 10:00~18:00
*Masuk terakhir: 1 jam sebelum tutup
[Lokasi: Jeju Island Bagian Barat]

[Atraksi Terdekat]
Temukan lebih banyak hal untuk dilihat dan dilakukan di sekitarnya:
👉 Lihat Atraksi Terdekat
Cara pesan
- 1. Selesaikan pesanan Anda.
- 2. Periksa email Anda.
- 3. Selamat menikmati.
Harap diingat
- Mengambil foto karya seni di Galeri 1, 2, dan 4 dilarang.
Kebijakan pembatalan
Semua waktu berdasarkan Korea Standard Time (KST) (GMT + 9 jam)
Tidak dapat di-refund dalam keadaan apa pun setelah tiket mobile dikirim.
Tidak dapat di-refund dalam keadaan apa pun setelah tiket mobile dikirim.
FAQ
Kapan waktu masuk terakhir untuk Bonte Museum?
Pintu masuk ke Bonte Museum ditutup pada pukul 17:00, dan waktu melihat terakhir untuk semua pameran adalah pukul 18:00. Harap perhatikan hal ini saat merencanakan kunjungan Anda.
Berapa lama biasanya waktu yang dibutuhkan untuk melihat seluruh Bonte Museum?
Rata-rata waktu melihat di Bonte Museum adalah sekitar 1 jam 30 menit hingga 2 jam. Kami mendorong Anda untuk meluangkan waktu menjelajahi museum, membiarkan diri Anda beristirahat sejenak dan menciptakan pengalaman yang unik.
Bagaimana cara menggunakan audio guide?
Audio guide yang disediakan oleh Bonte Museum dapat diakses melalui kode QR, yang tersedia di tiket masuk, di pintu masuk setiap ruang pameran, dan di loket tiket. Karena earphone tidak disediakan, harap bawa milik Anda sendiri.
Fasilitas apa saja yang tersedia untuk pengunjung disabilitas di Bonte Museum?
Fasilitasnya meliputi toilet untuk pengunjung disabilitas, tempat parkir khusus, jalur landai (ramp), dan kursi roda (satu untuk penggunaan luar ruangan dan satu untuk penggunaan dalam ruangan).
Apa saja batasan saat memasuki museum?
- Makanan dan minuman tidak diperbolehkan
- Hewan peliharaan tidak diperbolehkan
- Tidak ada foto di Galeri 1, 2, dan 4
- Hewan peliharaan tidak diperbolehkan
- Tidak ada foto di Galeri 1, 2, dan 4
Destinasi
Bonte Museum 본태박물관
Address: 380-5 Sangcheon-ri, Andeok-myeon, Seogwipo, Jeju-do, South Korea
Phone Number: +82-64-792-8108
Phone Number: +82-64-792-8108
Ulasan
Aktivitas ini termasuk dalam
Mencari opsi lain?
Anda mungkin juga suka
Pilihan teratas lainnya di wilayah ini
Top Tours in Korea Selatan
Seoul
Jeju
Busan
Top Activities in Korea Selatan
Seoul
Jeju
Busan
Tiket Diskon CLUBD OASIS Spa & Waterpark di Busan
Nail Salon in Haeundae, Busan - Choco Busy Salon
Stand Up Paddleboarding (SUP) at Gwangalli Beach, Busan: Paddleboard Rental & Basic Training
Busan Marine Yacht Tour (Join-in/ Private/ Drone Show)
Busan Sightseeing Yacht Tour in Gwangalli Beach by Yacht Holic
Incheon
Top Tickets & Shows in Korea Selatan
Seoul
Jeju
Tiket Diskon Aqua Planet Jeju + Pertunjukan Ocean Arena + Pameran Spesial
Pertunjukan Kuda di Jeju
Jeju Ilchul Land Discount Ticket
Arte Museum in Jeju Discount Ticket
Jeju Grande Bleu Yacht (Day Cruise / Sunset Cruise)
Parasailing di Jeju
Jeju Sea Boat Fishing Tour (+Makan Siang)
Jeju The K-show (Martial Art Show) Discount Ticket in Seogwipo
Gokart/ Water Sled/ Zipline/ Paintball in Jeju
Teddy Bear Museum Jeju Discount Ticket
Busan
Incheon
Daegu
